Jebak Gulita
Aku tidak bisa tidur
Malam ini
Pikiranku tersesat dalam gelap
Mataku tetap terbelalak
Menunggu senyap
Ooh... Beginilah nyatanya hidup
Ringan di kata, derita tak elak dirasa
Para pencerita berkata:
"Hidup dijalani saja"
"Hidup perjuangan adanya"
"Hidup...bla bla bla katanya..."
Di rumahnya, para pencerita belajar hidup
Hidup yang sebenar hidup
Tanpa tepuk tangan
Tanpa jeda persiapan
Tanpa moderator pengambil alih kesemrawutan
Dirumahnya pencerita acap terhenyak
Banyak peristiwa yang rumit ditangkap
Tak mudah diucap dan diungkap
Pencerita bisa banyak bicara
Tapi derita, kelu lidah dibuatnya
Malam semakin larut
Pikiran masih belum menemukan jalan pulang
Mata sudah mulai terbuai dalam senyap
Apa mungkin ada benarnya kelakar para pencerita
"Hidup ini dijalani saja"
Toh pikiran memang seperti itu tercipta
Ada terang juga masa redupnya
Selama senyap masih dapat membujuk mata
Selama gelap masih seperti apa adanya
Datang dan pergi tanpa sepatah kata
Masih banyak harap yang dapat dihiba
Malam semakin larut
Pikiran masih belum menemukan jalan pulang
Mata terus menerawang gulita
Tapi gelap ini tidak biasa
Ia merusak indra dan membuat nista
Banyak perkara tak pantas yang sudah teraba
Seperti jelaga penuh noda
Berlumur dosa sehingga jijik dibuatnya
Malam semakin larut
Pikiran masih belum menemukan jalan pulang
Mata labur kesat terasa
Apa ini karena lama tak basuh muka
Akibat larut dalam gulita
Sehingga lupa menitikkan air mata
Dan tak lagi bisa berkaca
Fikirku ternyata terbuai dalam gulita
Tanpa reka menatap hari setelah lusa
Mungkin sudah tiba saatnya
Untuk keluar dari larut jebak gulita
Ooh...Semoga gelap hanyalah noktah
Garis pembatas mereka yang berlomba
Untuk tiba di finis hampa derita
Karena takkan dapat mencicip cahaya
Mereka yang tak kenal gulita
Malam semakin kepenghujungnya
Itu artinya, seberkas cahaya menanti di sebaliknya
Dan Fajar sebentar lagi tiba
Besar harap di ujung kelopak
Semoga masih dapat bangkit esok
Bersimpuh duduk dan sujud kepadaNya
Riyadh,KSA 9/12/12
No comments:
Post a Comment